PAGERNGUMBUK – Pemerintah Desa Pagerngumbuk terus berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan warga dan mendongkrak ekonomi lokal melalui program pemberdayaan masyarakat. Salah satu langkah nyatanya adalah dengan menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Sandal Spons dari Kain Perca pada Rabu, 29 April 2026, yang sukses digelar berkat kerja sama dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Modes Al Anis.
Kegiatan pelatihan yang berlangsung produktif ini diikuti oleh ibu-ibu penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Desa Pagerngumbuk. Para peserta tampak sangat antusias menyerap ilmu baru untuk menyulap limbah kain perca yang biasanya terbuang sia-sia menjadi produk alas kaki yang bernilai ekonomi tinggi.
Kepala Desa Pagerngumbuk dalam sambutannya menyampaikan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk memberikan keterampilan praktis yang bisa langsung dipraktikkan di rumah oleh ibu-ibu PKK.
"Kami ingin warga Desa Pagerngumbuk, khususnya ibu-ibu PKK, tidak hanya menjadi konsumen, tetapi juga menjadi produsen kreatif. Dengan memanfaatkan kain perca dan spons, kita bisa menciptakan produk sandal yang menarik dan memiliki daya jual. Ini adalah peluang usaha rumahan yang sangat menjanjikan untuk membantu perekonomian keluarga," ujarnya.
Dipandu oleh Instruktur Profesional LPK Modes Al Anis
Untuk memastikan kualitas pelatihan, Pemerintah Desa menghadirkan tim instruktur berpengalaman dari LPK Modes Al Anis. Selama pelatihan, ibu-ibu PKK dibimbing secara intensif mulai dari tahap awal hingga tahap penyelesaian produk, meliputi:
- Pengenalan Bahan & Alat: Memahami jenis spons, lem khusus, serta pemilihan kain perca yang layak.
- Pembuatan Pola: Memotong spons dan kain sesuai dengan ukuran standar kaki.
- Proses Perakitan & Penjahitan: Menyatukan kain perca dengan spon menjadi kap sandal yang estetik.
- Finishing: Merapikan dan memastikan sandal nyaman serta aman untuk digunakan.
Instruktur dari LPK Modes Al Anis memuji semangat belajar yang ditunjukkan oleh ibu-ibu PKK Desa Pagerngumbuk. Hasil karya sandal spons buatan peserta selama pelatihan dinilai sudah sangat rapi dan memiliki potensi pasar yang baik jika terus dikembangkan.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Desa Pagerngumbuk berharap akan muncul klaster Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) baru di bidang kerajinan tangan yang dimotori oleh kaum perempuan desa. Pihak desa juga berkomitmen untuk membantu memfasilitasi pemasaran produk hasil karya warga ini ke depannya. Dengan keterampilan baru ini, ibu-ibu PKK Desa Pagerngumbuk kini memiliki modal keahlian untuk meningkatkan pendapatan sekaligus mengurangi limbah kain di lingkungan sekitar.